Minggu, 15 Mei 2011

pengertian minat menurut para ahli

Pengertian Minat Menurut Para Ahli
Smile
BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Minat seringkali diartikan sema dengan perhatian ataupun kesenangan. Namun tidak berarti ketiga kata tersebut memiliki pengertian yang sama. Hanya saja ketiganya memiliki kaitan yang erat. Selain itu minat juga berkaitan dengan kebutuhan motivasi. Kelima konsep inilah yang akan dibahas dalam makalah ini.
Dalam mengembangkan minat positif anak maka diperlukan sumber yang jelas mengenai proses perkembangan minat anak tersebut. Selain itu ciri-ciri minat anak sangat penting untuk diketahuiagar dapat menyusun program pengembangan minat anak yang efektif, serta mempunyai kebijakan untuk menentukan kearah mana minat tersebut akan berkembang. Hal tentu perlu menggunakan metode atau cara yang cocok atau sesuai.
Seringkali orang tua maupun guru menghadapi anak yang tidak mempunyai m inat dalam hak belajar atau sekolah, namun hal tersebut tidak dapat dipahami dan dipikirkan jalan keluarnya.
Hal tersebut harus menjadi koreksi bagi orang tua dalam mengawasi anaknya sehingga jangan sampai mengandung efek bahaya. Bahaya-bahaya tersebut harus dikenali dan dioprediksi serta diidentifikasi oleh orang tua dan guru sehingga dapat menghindarinya dari sianak.
B. STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami pengertian minat
2. Memahami konsep minat dan keterkaitannya.
3. Memahami ciri-ciri dan minat umum anak
4. Memahami minat anak pada sekolah
5. Memahami bahaya-bahaya dalam perkembangan minat anak
6. Memahami cara mengembangkan minat pada anak
C. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu minat?
2. Bagaimanakah konsep minat dan keterkaitannya?
3. Bagaimanakah ciri-ciri dan minat umum anak ?
4. Bagaimanakah minat anak dalam sekolah?
5. Apa-apa sajakah bahaya yang ada dalam perkembangan minat anak?
6. Bagaimanakah cara mengembangkan minat pada anak?
D. TUJUAN
1. Mampu memahami pengertian minat.
2. Mampu memehami konsep minat dan keterkaitannya.
3. Mampu mengetahui ciri-ciri dan minat umum anak.
4. Mampu memahami minat anak pada sekolah.
5. Mampu memahami bahaya-bahaya yang ada dalam perkembangan minat anak.
6. Mampu memahami cara mengembangkan minat pada anak.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Minat menurut para ahli
Pengertian minat menurut bahasa dan para ahli
1. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
2. Abdul Rahman Shaleh mendefinisikan secara sederhana, minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang
3. Menurut Dr. Zakiah Dradjat, dkk “minat adalah kecenderungan jiwa yang tetap kejurusan suatu hal yang berharga bagi orang. Sesuatu yang berharga bagi seseorang adalah sesuai dengan kebutuhan
4. Menurut Decroly, minat itu adalah pernyataan suatu kebetulan yang tidak terpenuhi. Kebutuhan itu timbul dari dorongan hendak memberi kepuasan kepada suatu instink. Minat anak terhadap benda-benda tertentu dapat timbul dari berbagai sumber antara lain perkembangan instink dan hasrat, fungsi-fungsi intelektual, pengaruh lingkungan, pengalaman, kebiasaan, pendidikan dan sebagainya.
5. Menurut Whitherington, minat adalah kesadaran seseorang, bahwa suatu subyek, seseorang, suatu soal atau suatu situasi mengandung sangkut paut dengan dirinya. Minat, menurut Slameto (1991 : 182), adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu dari luar diri. Semakin kuat atau dekat dengan hubungan tersebut, semakin besar minat.
6. Drs. H.Abu Ahmadi, berpendapat minat adalah sikap jiwa orang seorang termasuk emosi, yang tertuju pada sesuatu, dan dalam hubungan itu unsur perasaan yang terkuat. Muhibbin Syah, M,Ed. Berpendapat secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegiatan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa minat adalah suatu proses kejiwaan yang bersifat abstrak yang dinyatakan oleh seluruh keadaan aktivitas, ada objek yang dianggap bernilai sehingga diketahui dan dinginkan. Sehingga proses jiwa menimbulkan kecenderungan perasaan terhadap sesuatu, gairah atau keinginan terhadap sesuatu. Bisa dikatakan pula bahwa minat menimbulkan keinginan yang kuat terhadap sesuatu. Keinginan ini disebabkan adanya rasa dorongan untuk meraihnya, sesuatu itu bisa berupa benda, kegiatan, dan sebagainya baik itu yang membahagiakan ataupun menakutkan
1. Konseptualisasi Minat dan Beberapa Konsep Terkait
Dalam kamus besar bahasa indonesia dijelaskan bahwa minat merupakan perhatian, kesukaan, kecendrungan hati. Sedangkan Hurlock menyatakan bahwa minat adalah sesuatu yang mana anak mengidentifikasikan keberadaan pribadinya.
Dari dua pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya minat adalah kecendrungan yang berlangsung lama pada suatu objek yang didasari atas perasaan tertarik, senang yang muncul dari dalam diri bukan karena faktor internal.
Minat anak sangat berkaitan dengan konsep kesenagan, perhatian, kebutuhan dan motivasi. Hal ini akan dikemukakan sebagai berikut:
A. Minat dan Kesenangan
Minat berbeda dengan kesenagan. Kesenangan merupakan minat yang berlangsung sementara. Kedua hal ini berbeda bukan dalam hal kualitasnya melainkan dalam hal ketetapannya.
B. Minat dan Perhatian
Perhatian dapat kita definisikan sebagai karekteristik yang selektif dalam kehidupan mental. Atau dapat dikatakan, bahwa perhatian adalah aktifitas mental yang berasal dari rangsangan lingkungan dan tertuju pada suatu objek tertentu. Minat dan perhatian sangatlah berbeda hanya saja keduanya mempunyai keterkaitan yaitu, perhatian yang tinggi/besar sangatlah mengarah keminat.
Macam-macam jenis perhatian adalah:
1) Perhatian spontan dan disengaja
2) Perhatian statis dan dinamis
3) Perhatian konsentratif dan distributif
4) Perhatian sempit dan luas
5) Perhatian fiktif dan fluktuatif
Berdasarkan jenis atu macam jenis perhatian diatas, dapat dikatakan bahwa jenis perhatian lebih mudah berubah menjadi minat jika dilakukan dengan sengaja. Kerena hal tersebut timbul akibat dorongan dan kemauan yang mempunyai tujuan tertentu.
C. Minat dan Kebutuhan
Minat sangat berkaitan dengan kebutuhan karena minat berfungsi sebagai alat pemenuhan kebutuhan yang dirasakan seseorang.
Ada beberapa kebutuhan yang diungkapkan oleh Moslow yang disebut dengan Being Values, yaitu:
a) Sifat menyeluruh, kesatuan dan terintegrasi
b) Kesempurnaan atau ketepatan
c) Keserasian dan keadilan
d) Penyelesaian atau finalitas
e) Keadilan atau keteratutran
f) Sifat hidup atau pengaturan hidup
g) Sifat kaya
h) Kesederhanaan
i) Keindahan
j) Kebaikan
k) Keunikan
l) Tanpa kesukaran
m) Penuh permainan
n) Kebenaran, kenyataan dan kejujuran dan merasa cukup.
Sesuai dengan kebutuhan dan kaitannya dengan minat maka dapat disimpulkan bahwa minat merupakan alat untuk memuaskan kebutuhan. Kebutuhan muncul dalam diri seseorang sesuai dengan arah kecendrungan minatnya.
D. Minat dan Motivasi
Motivasi merupakan sesuatu hal yang membangkitkan, mempertahankan, mengelola dan membawa tingkah laku pada suatu tujuan tertentu. Minat merupakan unsur psikologis yang menjadi sumber motivasi. Minat mendorong(memetivasi) seseorang dalam bertindak dan berbuat sesuai arah minatnya.
Antara kebutuhan, minat dan motivasi terdapat hubungan yang erat. Minat muncul karena rasa kebutuhan dan kebutuhan menuntut adanya pemuasan. Pemuasan ini diperoleh dari perbuatan (aktualisasi) minat, minat inilah yang akhirnya memotivasi seseorang untuk berbuat sesuatu.
2. Perkembangan Minat, Ciri-Ciri Minat, dan Minat Umum
A. Perkembangan Minat
Minat merupakan hasil dari pengalaman belajar, baik minat dalam aspek kognitif maupun dalam aspek afektif. Pengalaman di peroleh anak dari lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat, serta dari beragam media massa. Dari lingkungan-lingkungan tersebut anak belajar tentang lingkungan mana yang dapat memuaskan kebutuhannya dan lingkungan mana yang tidak dapat memuaskan. Yang memuaskan akan berkembang menjadi minat, sedangkan yang tidak memuaskan, akan menghambat perkembangan menjadi minat.
Aspek afektif dari minat atau bobot perasaan danemosional dari minat adalah sikap. Aspek afektif dari minat seringkali lebih berperan penting daripada aspek kognitif minat. Ada dua alas an yang dikemukakan oleh Harlock (1978), yaitu pertama, aspek afektif lebih memotivasi tindakan daripada aspek kognitif. Kedua, aspek afektif dari minat cenderung lebih bertahan lama daripada aspek kognitif.
Menurut Harlock (1978), minat dipelajari melalui tiga jenis pengalaman, yaitu melalui belajar coba ralat, belajar melalui identifikasi, dan melalui bimbingan dan pengarahan.
B.Faktor – faktor yang memepengaruhi minat menurut purwanto 2004
1.   Pendidikan
     Seseorang yang memiliki pendidikan yang tinggi dapat mempengaruhi pola pikirnya.
2.   Ekonomi
     Tingkat ekomoni akan mempengaruhi tingkat kebutuhan seseorang, semakin tinggi tingkat ekonomi akan mudah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
3.   Pengetahuan
     Seseorang yang memiliki pengetahuan yang laus akan lebih mudah mencerna suatu informasi yang didapat.
4.   Usia
     Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik
C. Ciri-ciri minat
a. Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental
Minat juga berubah selama terjadi perubahan fisik dan mental, contohnya perubahan minat karena perubahan usia.
b. Minat tergantung pada persiapan belajar
Kesiapan belajar merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya minat. Seseorang tidak akan mempunyai minat sebelum mereka siap secara fisik maupun mental.
c. Minat bergantung pada kesempatan belajar
Minat anak-anak maupun dewasa bergantung pada kesempatan belajar yang ada, sebagian anak kecil lingkungannya terbatas pada rumah, maka minat mereka tumbuh di rumah. Dengan pertumbuhan di lingkungan sosial mereka menjadi tertarik pada minat orang di luar rumah yang mereka kenal.
d. Perkembangan minat mungkin terbatas
Hal ini disebabkan oleh keadaan fisik yang tidak memungkinkan. Seseorang yang cacat fisik tidak memiliki minat yang sama pada olah raga seperti teman sebayanya yang normal. Perkembangan minat juga dibatasi oleh pengalaman sosial yang terbatas.
e. Minat dipengaruhi oleh pengaruh budaya
Kemungkinan minat akan lemah jika tidak diberi kesempatan untuk menekuni minat yang dianggap tidak sesuai oleh kelompok budaya mereka.
f. Minat berbobot emosional
Minat berhubungan dengan perasaan, bila suatu objek dihayati sebagai sesuatu yang sangat berharga, maka timbul perasaan senang yang akhirnya diminatinya. Bobot emosional menentukan kekuatan minat tersebut, bobot emosional yang tidak menyenangkan melemahkan minat dan sebaliknya, bobot emosional yang menyenangkan menguatkan minat.
g. Minat dan egosentris
Minat berbobot egosentris jika seseorang terhadap sesuatu baik manusia maupun barang mempunyai kecenderungan untuk memilikinya.
h.      Penentuan Minat menurut Muhajir, 2007
Dalam penentuan minat ada beberapa macam diantaranya:
1.    Dengan kata-kata tertentu.
2.    Minat yang diwujudkan seseorang dapat mengungkapkan minat bukan melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan atau perbuatan ikut berperan aktif dalam suatu aktifitas.
3.    Minat yang diinvestasikan seseorang dalam penilaian minat dapat diukur dengan jawaban tehadap berbagai pertanyaan.
                                                                                    
i.        Cara Menimbulkan Minat
Minat dapat ditimbulkan dengan cara:
1.   membangkitkan suatu kebutuhan.
2.   menghubungkan dengan pengalaman lampau.
3.   memberikan kesempatan untuk mendapatkaan hasil yang lebih baik.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Minat adalah kecenderungan yang berlangsung lama terhadap suatu objek atau dalam melakukan sesuatu kegiatan (perbuatan) . yang didasari oleh perasaan tertarik, senang,yang muncul dari dalam diri. Kesenangan adalah ketertarikan afektif pada suatu keadaan atau benda atau kegiatan, yang berlangsung sementara. Kesengan berbeda dari minat dan persistensinya. Perhatian adalah karakteristik yang selktif dari kehidupan mental. Perhatian adalah pemusatan energi psikis pada suatu objek. Perhatian yang besar (kuat) mengarah pada minat. Kebutuhan merupakan keadaan yang membutuhkan pemuasan, kebutuhan ini mendorong munculnya perhatian dan minat. Motivasi adalah faktor dalam organisme yang membangkitkan, mempertahankan, mengelola dan embawa tingkah laku pada suatu tujuan tertentu. Motivasi berkaitan dengan minat, yakni minat merupakan salah satu unsur psikologis yang menjadi sumber motivasi.
Bahaya yang paling umum dalam perkembangan minat adalah interpretasi kesenangan sementara sebagai minat, pengaruh teman sebaya pada minat, minat berdasarkan konsep yang tidak realistis, dan bobot emosional yang tidak positif terhadap minat
Mengembangkan minat anak berangkat dari kebutuhan, ketertarikan anak, bukan dari sisi keinginan orang tua/ guru. Minat dikembangkan sehingga minat menjadi instrinsik. Minat dikembangkan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, tidak membebani anak, dan dikembangkan dengan memperhatikan sistem ganjaran. Merespon anak dengan tepat dalam proses pengembangan minat anak akan meningkatkan gairah anak, sebaiknya respon yang salah akan melemahkan minat anak. Memberi kesempatan yang luas untuk mengeksplorasi diri merupakan cara yang sangat baik untuk mengembangkan minat anak.
B. SARAN DAN KRITIK
Konseptualisasi minat sangat berkaitan erat dengan konsep-konsep lainnya seperti kesenangan, perhatian, kebutuhan dan motivasi. Hal ini harus dapat diperhatikan dengan baik oleh orang tua dan guru sebagai tenaga pengajar. Sehingga minat anak tersebut dapat dikembangkan dengan baik sesuai ciri-ciri minat yang telah dilihat terlebih dahulu. Sehingga minat anak tidak salah arah atau berhaluan dengan yang sebenarnya ia inginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, A. 2009. Psikologi Umum Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta
Hurlock, E. B. 1978. Perkembangan anak Edisi Keenam. Ahli Bahasa oleh Meitasari Thandrasa. Jakarta: Erlangga
Maslow, A.H. 1984. Motivasi dan Kepribadian. Alih Bahasa oleh Nurul Iman. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo
http://aanborneo.blogspot.com/2012/07/minat-dan-perhatian.html